Selasa, 08 April 2008

Through The Fog : The Future of Intellectual Property


Lesson One: We’re Locked In A War No One Can Win

Bagaimanapun juga public adalah kostumer para pembajak (dan dalam kasus tertentu public bahkan pembajak itu sendiri). Bias dikatakan bahwa setelah 2000 tahun, masyarakat tidak terlalu mengkahawatirkan legalitas dan moralitas dari mennyalin buku atau materi tertulis lainnya, membeli buku bajakan dnegan harga murah, mengkopi lembaran music, meminjam frase nada dari orang lain, membuat rekaman dari rekamna ornag lain dan yang paling popular pada saat ini adlaah mengunduh music dan lagu-lagu dari internet. Walaupun begitu badan pemeri ntahan –pada awalnya adalah gereja lalu Negara—telah berusaha untuk melindungi hakcipta dengan hokum. Berhasilkah itu? Berapa banyak yang bocor melalui retakan itu? Siapa yang tahu? Yang kiat tahu sekarang ahanyalah bahwa bahkan hukum sendiri walaupun terkadang dipaksakan, tidak terlalu memberi dampak yang berarti.

Kebanyakan orang sangat menikmati mengambil sesuatu tanpa tujuan, dan keseringan hanya mendapat nilai rasa palsu ketika berhunbungan dengan media digital. Itu selalu menjadi penjualan yang sangat sulit bahwa sebuah program piranti lunak berharga ratusan dolar. Apakah dalam bentuk makanan, lagu, orang biasanya sangat suka membagi apa yang mereka sukai. Dan apakah orang akan berhenti mengunduh? Menyalin? Atau berbagi file?sepertinya tidak.

Ketika berbicara tentang pengunduhan. Maka kita membicarakan tentang bengkel operasi yang menjalankan banyak hal yang dijalankan oleh criminal-kriminal dan gangster-gangster handal. Ingatlah bahwa sepertiga dari dunia merupakan daerah-daerah dengan budaya-budaya—orient, Islam, suku Afrika, Negara komunis terdahulu-- yang tidak mempunyai tradisi yang menganggap hasil intellectual sebagai milik pribadi. Dan untuk mengefektifkan hukum intelektual mungkin akan diperlukan kebijakan moral dan karisma seorag pemimpin seperti sebut saja Mahatma Gandhi, dan ini sangat sulit untuk diwujudkan.

Lesson Two: Copyright Laws Wont Go Away

Sikap pemilik hakcipta memiliki kecenderungan sebagai berikut:

Tahap Pertama : Menyuarakan peringatan, biarkan orang lain tahu bahwa masalah ini sednag mengancam (a) kehidupan para penulis Inggirs (b)Kreasi literature Amerika (c) Inovasi teknologi Amerika (d) kehidupan artis, penulis, pengembang software, dll.

Tahap kedua : Perlihatkan kepada parlemen, kongres. Gunakna lobi orang dalam yang melindngi status quo.

Tahap ketiga : Penghasutan.

Tahap keempat : Posisikan daya saing. Pergunakan siapa dan apa saja yang dapat mendukung posisi anda untuk menyakinkan public dan pembuat hukum akan kemurnian hak anda.

Tahap berilut adlaha tahap yang paling memungkinkan bagi masyarakat adalah, tahap kelima : kompromisasikan perubahan dalam hukum hak cipta. Beri tahu senator atau dewan perwakilan anda.

Penelitian ynag dilakukan oleh Fisher mengenai hakcipta merumuskan hal-hal berikut sebagai perlindungan bagi sebuah karya:

· Perusahaan media menggunakan hukum kontrak dalam bentuk persetujuan kebebasan dan “term of service” sebagai modal untuk mengatur jakcipta, dalam usaha untuk mencegah peminjaman, penjualan ulang dan pengiriman media digital.

· Pembatasan jumlah yang bias dikopi.

· Kenvergensi digital dari perspektif teknologi merupakan keuntungan biasa yang didapat masyarakat.

Lesson three : Piracy Has Changed The Relationship Between Media Buyers And Sellers

Penerbit harus selalu memperbaharui niat jahat mereka untuk memperkecil wujud pembajakan. Dalam waktu yang bersamaan organisasi pembajakan emnjadi semakan legal. Napster bukan lagi pembajak namun partner dalam perniagaan digital. Bahkan sekarang produser piranti lunak bajakan juga melakukan legitimasi distribusi dengan persetujuan tertentu dengan penerbit. Dengan kata lain, seiring berjalannya waktu penerbit akan berbaur dan bekerjasama denga pelaku pembajakan. Bias juga dikatakan bahwa mereka harus belajar cara menyenangka pelanggan.

Selasa, 25 Maret 2008

Membuat file gambar dengan macromedia fireworks






  1. Buka fireworks
  2. Buat sahpe rectangle dan warnai dengan gradien fill.
  3. buat shape rectangle pada layer baru, ubah bentuk shapenya, beri warna serta efek bevel boss dan berikan efek outer glow. Copykan dan variasikan masing –masing properties tersebut ,
4. buat text dan ubah warna.
5. simpan dalam format png.

membuat file shockwave flash

Tutorial macromedia flash sederhana [slide show foto] :

1. 1.Buka macromedia flash

2. 2.Klik pada layer 1

3. 3.Import image

4. 4.Convert image sebagai movie clip, tentukan efek warna menjadi alpha.

5. 5.Maksimalkan warna alpha, klik pada frame ke 20, nol kan alpha

6. 6.Create motion tween.

7. 7.Buat variasi dengan foto lain denagn cara yang sama

8. 8.Export file dengan format SWF



KLklikDISINI untuk melihat file


Selasa, 18 Maret 2008

Is It Copyright Or The Right To Copy?



The Quintessential American Pirate

Kasus-kasus pembajakan atas hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual pada zaman sekarang merupakan jelmaan dari kasus-kasus yang dialami Mark Twain sekitar satu abad yang lalu. Sebagai seorang penulis Mark Twain adalah orang yang pertama kali merasakan dampak dari kurangnya kerjasama antar bangsa dalam menjalankan perlindungan atas hak cipta. Pada tahun 1876, The Advantures of Tom Sawyer dijual dengan harga $2.75 di Amerika, namun di Canada dijual dengan harga hanya 50 sen. Ketika ke Kanada Twain memang mendapatkan penggemar dan popularitas namun bukan hasil penjualan. Twain mengerti bahwa tangan pertama pembajakan adalah penerbit dan penjual buku. Pada awalnya Twain senang dengan menjadi penulis dan mendapatkan uang dari situ, namun setelah pelanggaran demi pelanggaran

http://www.ebizzasia.com/images/ed12-copyleftvscopyright.jpg

atas hak ciptanya, ia menjadi lebih peduli terhadap perluasan perlindungan atas hak cipta. Mark Twain juga mengalami dilemma lain atas hak cipta. Pada tahun 1874, Twain menulis sebuah cerita untuk Atlantic Monthly yang berjudul “ A Story, Repeated Word for Word As I Heard It.” Itu adalah cerita mengenai kehidupan Mary Ann Cord seorang budak di peternakannya. Wain menggunakan percakapan dalam cerita ini sebagai tanda dari karya selanjutnya, The Adventures of Huckleberry Fin. Ketika cerita tentang Cord diterbitkan, itu dihakciptakan atas nama Twain. Yang jadi pertanyaan adalah karya siapa sebenarnya cerita itu? Itu adalah kisah dan perkataan-perkatan Cord. Twain hanya menuliskannya. Menurut hukum hak cipta pada saat itu, itu adalah karya Twain. Perlindungan atas hak cipta selalu melindungi ekspresi dari sebuah ide, bukan ide itu sendiri.

The Idea Of Copyrighting Ideas

Kasus Mark Twain mengenai cerita tentang Mary Ann Cord, membawa pada dua pertanyaan yang telah menjadi bagian dari hikayat hak cipta semenjak 557 C.E :

1. Apakah semua karya seni adalah turunan? Semenjak masanya Homer, bukankah para pengisah cerita [dan kemudian, penulis dan artis, dan untuk masalah itu, sutradara film dan pengembang piranti lunak permainan computer] selalu dibangun di atas ide ornag lain? Bukankan Monet belajar dari Cezanne? Hemingway dari Turgenev? Quentin Tarantino dari Godard?

2. Jika tidak dibenarkan utuk mengopi kesuluruhan karya, bagaimana jika sebuha paragraph? Atau mungkin hanya satu dua kata? Enam belas baris….beberapa catatan?

Sebagai cerminan dari cangkriman yang pertama, hukum hak cipta, paling tidak sejak 1710 hingga 1870, membuat sebuah pmbedaan besar mengenai ide dan ekspresi. Anda bisa melindungi ekspresi dari sebuah ide dalam sebuah buku, karya music, ukiran, atau gambar, tetapi anda tidak diizinkan umtuk memonopoli ide itu sendiri.

Seperti yang dikatakan pengacara, Sir John Dalrymple berargumen untuk kliennya Donaldson vs Beckett pada tahun 1774:

JIka saya mengopi sebuah manuskrip, saya dapat dikenal sebagai aksi sipil. Jika saya mencuri buku maka itu tindakan criminal; yang satu mengambil ide, sedangkan yang lain hanya mengikuti. Namun property apa yang bisa dimiliki seseorang dalam sebuah ide? Ketika ia membuat ahnya untuk dirinya sendiri itu memang miliknya, namun ketika ia menerbitkannya maka itu bukan lagi miliknya. Sama halnya dengan ketika saya mengambil air dari lautan, maka air itu milik saya, namun ketika saya menuangkannya lagi ke laut maka itu bukan lagi milik saya. Pemisahan ide dari ekspresi ditetapkan dalam ketetapan hukum pada 1853.

A Borrower Be: Understanding Fair Use

Isu lain yang diangkat oleh Twain mengenai ceritanya tentang Mary Ann Cord adalah sebuah pertanyaan tentang sebeapa banyak yang dapat daimbil, dipinjam atau diangkat dari sebuah karya sebelum itu dikategorikan sebagai pelanggaran atas hak cipta. Beberapa peraturan berdasarkan beberapa kasus, telah ditetapkan:

o Sekolah distrik tidak boleh merekam keseluruhan program pendidikan yang ditayangkan di TV untuk digunakan kembali di kelas [Encyclopedia Britannica Educational Corp. v. Crooks].

o Seorang penulis dianggap fair use jika mengutip karya penulis lain tanpa izin selama tidak berlebihan—dalam hal ini dibolehkan 4.3 % dari sang pengguggat karya penulis itu [Maxtone-Graham v. Burtchaell].

o Mengkutip atau memparafrasr dari karya yang tidak diterbitkan, jika itu adalah sebuiah Biography maka itu bukanlah fair use [Salinger v. random House].

o Pegawai sebuah perusahaan profit mengopi keseluruhan artikel dari jurnal ilmu pengetahuan bukanlah fair use [American Geophysical Union v. Texaco].

o Adalah Fair use untuk mengopi sebuah pertunjukan televise ke dalam video untuk asset pribadi [ Sony v. Univesal studios].

o Itu adalah fair use ketika Josisah Thompson utnuk menggunakan sketsa bongkai 237 dari film Abraham zapruder tentang pembunuhan presiden Kennedy dalam bukunya Six Second in Dallas.

Selasa, 11 Maret 2008

The SteroidsDigital, Mobile, Personal, and Virtual


Digital, Mobile, Personal, and Virtual

Di dalam teknologi nirkabel ada yang disebut dengan “steroids”. Mengapa disebut “steroids” karena teknologi ini dapat mengubah dan menambah ekstra teknologi yang meratakan dunia lainnya. Steroid ini mengambil alih bentuk dari kolaborasi dari outsourcing, offshoring, uploading, supply-chaining, insourcing, dan in-forming. Steroid ini juga memungkinkan untuk kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan secara digital, mobile, virtual, dan personal. yang dimaksud digital di sini adalah bahwa semua materi dalam bentuk dan proses analog baik meliputi bentuk fotografi hingga hiburan hingga komunikasi hingga desain arsitektur, semuanya di-digital-kan sehingga dapat dibentuk, dimanipulasi dan dikirimkan melalui computer, internet, satelit atau kabel serat optic. Virtual artinya bahwa proses pembentukan, manipulasi, dan pengiriman materi bentuk digital ini bisa dilakukan dengan kecepatan tinggi dengan sangat mudah. Yang dimaksudkan dengan mobile adalah bahwa kegiatan ini dapat dilakukan dari amna saja, oleh siapa saja, dan melalui alat apapun dan bisa dibawa kemanapun. Dan personal artinya bahwa kegiatan nii bisa dilakukan oleh anda, untuk anda dan dengan alat anda sendiri.
Apa saja steroid-steroid yang mmbuat ini bisa dilakukan, yaitu, pertama, steroid-steroid ini harus berhubungan dengan perhitungan. Satu cara sederhana untuk mengerti tentang penghitungan bahwa hal itu terdiri dari tiga hal, yaitu kemampuan memeprhitungkan, kemampuan menyimpan, dan kemampuan mengeluarkan dan memasukkan. Kecepatan dimana informasi diolah kedalam dan keluar dari computer atau tempat penyimpanan.

Selasa, 04 Maret 2008

In-Forming



Satu contoh adalah teknologi internet, semenjak dikembangkan pada awal tahun 80’an, hingga ,kini internet telah berkembang dengan sangat pesat, terutama dalam fungsinya sebagai information distributor. Dengan fasilitas internet setiap orang dapat mencari informasi mengenai apapun, mulai dari bidang akademis yang digelutinya, hobi hingga jodoh. Dikenal lah teknologi mesin pencari atau search engines. Dengan menuliskan sebuah kata sebagai kata kunci dari apa yang ingin kita cari, dalam waktu beberapa detik akan muncul halaman-halaman informasi yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Salah satu contoh search engines adalah google.
Google adalah mesin pencari nomor satu di dunia internet. Tujuan google, dikutip dari pernyataan google CEO, Eric Schmidt, adalah menipiskan dunia atau flattener the world, ini berarti bahwa tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan pengetahuan. Dari konsepnya mengenai pencarian atau searching, google mengaitkanya dengan kolaborasi, maka muncullah istilah In-Forming atau pembentukan kedalam, yang artinya setiap orang dapat membangun dan menyebarkan rantai pasokannya sendiri—tentang informasi, pengetahuan dan hiburan. In-Forming adalah membentuk diri menjadi peneliti, editor, pemilih hiburan, tanpa harus pergi ke perpustakaan atau teater.
In-forming berarti mencari orang, teman, sekutu bahkan kolaborator yang sefikiran atau seide atau memilki gagasan yang sama dengan kita. Google search engines kini hadir dengan tampilan 100 bahasa, dan setiap ada bahasa baru, google langsung menyediakan halaman dengan bahasa tersebut. Salah satu pendiri google, Larry Page, mengatakan, semakin mudah dan akurat suatu pencarian, semakin global pangakalan pemakai google, maka itu berarti semakin kuatnya penipisan itu menjadi. Goggle juga bekerjasama dengan institusi pendidikan dalam menyediakan informasi. Pada tahun 2004 google, bekerjasama dengan perpustakaan University of Michigan dan Stanford University untuk menyediakan 10.000 buku yang disedaikan dan dapat dicari secara online.
Para pendiri Google menyadari bahwa pada akhir 90’an ratusan bahkan ribuah halaman-halaman jaringan informasi akan masuk ke dalam internet, dan keberadaan mesin pencari tak akan mampu bertahan. Ole karena itu Brin dan Page meramu formula matematika untuk mengetahui halaman mana yang paling sering dibuka oleh pengguna internet, semakin sering halaman tersebut dibuka maka semakin penting halaman tersebut. Formula ini dipakai Brin dan Page dalam menentukan halaman internet mana yang akan keluar ketika seseorang mengetikkan sebuah kata kunci di mesin pencari google dan tentu saja yang paling relevan dengan kata kunci tersebut. Metode inilah yang tetap menjadikan google mesin pencari nomor satu favorit masyarakat.

Selasa, 26 Februari 2008

What The Guys In Funny Brown Shorts Are Really Doin
















franchisepick.com

Flattened. Mendatarkan. ‘Pendataran’ dunia salah satunya dibuktikan dengan semakin mudahnya mengirimkan apapun kepada siapapun kapanpun dan dimanapun. Salah satu penyedia jasa pengiriman ini adalah UPS.

Dalam menjalankan bisnis pelayanan jasanya UPS mengandalkan trust atau kepercayaan. UPS percaya bahwa kepercayaan dapat diciptakan melalui hubungan personal atau melalui sistem dan control. Ketika kita tidak memiliki kepercayaan maka akan sulit untuk menggunakan layanan jasa yang disediakan oleh UPS. Karena dengan menggunakan jasa UPS sama dengan kita mempercayakan sebagian dari hidup kita dalam ketidakpastian walaupun ada jaminan untuk itu. Karena jaminan itulah yang bisa diberikan UPS dala berhubungan dengan klien mereka demi hubungan yang akan terus berlangsung.

Salah satu pengguna jasa UPS adalah Ford Company, perusahaan mobil Inggris. Sebelum menggunakan jasa UPS, pengiriman mobil ford ke dealer-dealer di berbagai negara berada dalam ketidakpastian, tidak ada waktu yang pasti kapan mobil akan tiba, mereka juga sering kehilangan jejak dari pengiriman mobil-mobil tersebut. Semenjak bekerja sama dengan UPS dalam pengiriman mobil, insinyur-insinyur di UPS mendisain ulang jaringan pengiriman mobil ford ke dealer di seluruh dunia. Mengatur mulai dari rute yang akan dipakai dalam pengiriman mobil sampai bagaimana mobil-mobil tersebut akan di proses di bagian penyortiran.

Otak dari kepastian dalam pengiriman yang dipertahankan oleh UPS adalah Operation Research Division [ORD], yang bermarkas di Timonium, Maryland, yang mengurus algoritma rantai pemasokan. ORD disebut sebagai “package flow technology”, ORD didisain untuk secara konstan menyerasikan penyebaran dari truk, kapal, pesawat dan kemampuan memilah pengaliran paket-paket dalam hari itu ke seluruh dunia. CEO UPS, Eskew, mengatakan bahwa kunci dari algoritma itu adalah bagaimana mengoptimalkan total rantai pemasokan. 60 orang yang tergabung dalam tim insinyur UPS adalah para insinyur dan sarjana matematika juga beberapa Ph.D.. Selain itu UPS juga memperkerjakan meteorologist nya sendiri dan peganalisa ancaman strategis untuk melacak prakiraan cuaca buruk yang dapat mengahambat jalannya pengiriman di setiap hari. UPS adalah pengguna terbesar dari teknologi wireless pribadi, dimana seorang supir UPS dapat melakukan satu juta hubungan telpon dalam menjemput dan mengirimkan paket. 2% dari GDP dunia dapat ditemukan di truk pengirim atau mobil-mobil pengirim UPS. UPS juga memilki financing arm—UPS capital—yang akan memberikan uang untuk mengubah rantai pemasokan anda, jika anda sedang menjalani bisnis kecil dan tidka punya dana. UPS juga menjadi perantara antara pembeli dan penjual.

Lewat internet,kini setiap orang di belahan dunia manapun bisa memilki apa yang tidak dijual di negaranya tanpa harus ke tempat benda tersbeut di jual, dengan layanan jasa UPS si penjual atau pemilik usaha dapat mengantarkan pesanan pembelinya lewat UPS, inilah yang disebut dengan End of Runway Services. UPS juga merasakan manfaat dari mendatarnya dunia, jika dulu untuk melacak kiriman seorang pengguna jasa harus menelpon 800, kini dengan fasilitas internet semua itu bisa dilakukan dengan lebih mudah dan murah. Para supir UPS dilengkapi dengan teknologi DIADs—Driver Delivery Information Acquisition Devices--. DIAD inilah papan cantel yang anda lihat selalu dibawa oleh supir UPS. Teknologi ini memastikan sebuah paket diletakkan di rak yang benar di dalam truk atau mobil UPS. DIAD juga member tahu supir dimana pemberhentian selanjutnya. Dan ketika si supir salah alamat, system GPS yang terdapat di dalam DIAD tidak akan membiarkannya mengirimkan paket tersebut.

Eskew mengatakan, “ini bukan lagi sekedar hubungan antara penjaja—pembeli. Kami menjawab telpon anda, berbicara dengan consumer anda, kami menyimpan inventaris anda, dan kami member tahu anda apa yang sebaiknya dijual dan tidak. Kami memilki akses terhadap informasi anda dan anda harus mempercayai kami. Kami mengatur para pesaing, dan satu-satunya yang dapat memungkinkan semua ini berhsil adalah, seperti yang dikatakan para pendiri kami Gimble dan Macy adalah “percaya kami”. Aku tidak akan mengkhianati itu. Karena kami meminta orang untuk melepaskan bagian dari bisnis mereka dan itu sangat membutuhkan kepercayaan.”

Inilah yang dilakukan teman-teman dalam dalam celana pendek dan truk cokelat yang lucu lakukan. Bahwa ini akan menjadi sesuatu yang besar. Sesuatu yang hanya mungkin dilakuakn dengan mendatarnya dunia.

Senin, 18 Februari 2008

In-FormingGoogle, Yahoo, MSN Web Search









http://content.answers.com/main/content/wp/en/d/d2/Google.com_front_page.png

Manusia diciptakan dengan kemampuan berfikir. Dengan kemampuan itu tercipta satu sifat yang sangat umum dimiliki oleh setiap manusia di dunia, yaitu rasa ingin tahu atau curiosity. Banyak hal dilakukan oleh manusia untuk memenuhi rasa ingin tahunya, dengan memaksimalkan fungsi lima indera yang dimilikinya. Yang paling umum digunakan adalah indera penglihatan dan pendengaran. Teknologi hingga abad ini telah memfokuskan pengembangan pada rasa ingin tahu manusia. Bagaimana akses dan distribusi informasi dapat dilakukan semaksimal mungkin.

Satu contoh adalah teknologi internet, semenjak dikembangkan pada awal tahun 80’an, hingga ,kini internet telah berkembang dengan sangat pesat, terutama dalam fungsinya sebagai information distributor. Dengan fasilitas internet setiap orang dapat mencari informasi mengenai apapun, mulai dari bidang akademis yang digelutinya, hobi hingga jodoh. Dikenal lah teknologi mesin pencari atau search engines. Dengan menuliskan sebuah kata sebagai kata kunci dari apa yang ingin kita cari, dalam waktu beberapa detik akan muncul halaman-halaman informasi yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Salah satu contoh search engines adalah google.

Google adalah mesin pencari nomor satu di dunia internet. Tujuan google, dikutip dari pernyataan google CEO, Eric Schmidt, adalah menipiskan dunia atau flattener the world, ini berarti bahwa tidak ada diskriminasi dalam mendapatkan pengetahuan. Dari konsepnya mengenai pencarian atau searching, google mengaitkanya dengan kolaborasi, maka muncullah istilah In-Forming atau pembentukan kedalam, yang artinya setiap orang dapat membangun dan menyebarkan rantai pasokannya sendiri—tentang informasi, pengetahuan dan hiburan. In-Forming adalah membentuk diri menjadi peneliti, editor, pemilih hiburan, tanpa harus pergi ke perpustakaan atau teater.

In-forming berarti mencari orang, teman, sekutu bahkan kolaborator yang sefikiran atau seide atau memilki gagasan yang sama dengan kita. Google search engines kini hadir dengan tampilan 100 bahasa, dan setiap ada bahasa baru, google langsung menyediakan halaman dengan bahasa tersebut. Salah satu pendiri google, Larry Page, mengatakan, semakin mudah dan akurat suatu pencarian, semakin global pangakalan pemakai google, maka itu berarti semakin kuatnya penipisan itu menjadi. Goggle juga bekerjasama dengan institusi pendidikan dalam menyediakan informasi. Pada tahun 2004 google, bekerjasama dengan perpustakaan University of Michigan dan Stanford University untuk menyediakan 10.000 buku yang disedaikan dan dapat dicari secara online.

Para pendiri Google menyadari bahwa pada akhir 90’an ratusan bahkan ribuah halaman-halaman jaringan informasi akan masuk ke dalam internet, dan keberadaan mesin pencari tak akan mampu bertahan. Ole karena itu Brin dan Page meramu formula matematika untuk mengetahui halaman mana yang paling sering dibuka oleh pengguna internet, semakin sering halaman tersebut dibuka maka semakin penting halaman tersebut. Formula ini dipakai Brin dan Page dalam menentukan halaman internet mana yang akan keluar ketika seseorang mengetikkan sebuah kata kunci di mesin pencari google dan tentu saja yang paling relevan dengan kata kunci tersebut. Metode inilah yang tetap menjadikan google mesin pencari nomor satu favorit masyarakat.

Seperti halnya In-forming dalam internet, kita juga dapat memilih apa yang kita sennagi dalam televisi , dengan teknologi TiVo pemirsa TV bisa menentukan mana iklan yang ingin dilihat dan mana yang tidak. Dengan TiVo oemirsa TV juga tak perlu khawatir akan kelewatan tayangan favorit mereka karena TiVo dilengkapi dengan fasilitas perekam. Hal unik lainnya adalah dalam tayangan langsung dengan TiVo memungkinkan kita melihat berulang kali adegan yang ingin kita lihat ulang dengan teknologi pause and replay.

Teknologi TiVo dan google search engines, membuktikan bahwa personal interest men-dewa-i teknologi komunikasi masa kini dan pastinya masa yang akan datang.

Detail Tentang Hak Cipta












http://www.doit.wisc.edu/security/policies/ror/copyright.gif



Pelanggaran hak cipta adalah hal yang sangat tidak dapat ditolerir. Itu sama halnya dengan mencuri. Seperti yang banyak digembar-gemborkan bahwa “piracy is a crime” bahkan pembelinya pun adalah seorang criminal. Namun informasi yang saya dapat dari surat yang dibuat oleh Ralph Oman sebagai tanggapannya kepada David Bordell dan Kristin Thompson adalah bahwa Ralph mengatakan, tidak selalu penggunaan secara terang-terangan karya orang lain tanpa izin adalah pelanggaran hak cipta. Laporan yang dibuat David dan Kristin mengenai ‘frame enlargements’ atau lebih kurangnya mengenai perubahan isi atau content suatu film dan doktrin ‘fair use’ atau bisa diartikan sebagai penggunaan secara terang-terangan suatu film.

Dalam suratnya Ralph menanggapi bahwa ‘fair use’ bisa dijadikan sebagai pembelaan diri yang sah jika ditemukan pelanggaran, selama karya yang ‘digunakan’ tidak mempunyai hak cipta. Tidak ada pelanggaran terhadap karya yang tidak dinaungi oleh hak cipta yang dikarenakan, contohnya kegagalan untuk memperbaharui dan untuk publikasi yang tidak cukup mengenai hak cipta, atau mengambil karya yang tidak di=hak cipta-kan namun dilindungi, karya-karya seperti itu bisa dengan bebas dibuat ulang dan digunakan untuk tujuan apapun, seperti film-film yang dibuat sebelum ada undang-undang mengenai hak cipta, maka film adalah ‘jatah’ public dan bebas digunakan.

Selain itu Ralph juga mengatakan bahwa haruslah ada perbedaan mengenai poin ‘karakteristik dan tujuan penggunaan’ jika berhubungan dnegan pendidikan. Dimana penerbit universitas adalah instansi ‘non-profit’. Memperbanyak buku tidak masalah selama tidakmengancam potensi pasar dimana sang pemilik hak cipta ingin menerbitkan karyanya.

Tidak seperti David yang mengatakan bahwa perubahan isi materi hanyalah ‘menguraikan lebih jauh’, Ralph mengatakan bahwa kebiasaan ‘mengambil’ bukanlah suatu masalah, yang merupakan masalah adalah perubahan materi isi karena itu dianggap sebagai pembuatan ulang sebuah karya atau pembuatan turuanan dari sebuah karya dibawah naungan hak cipta dan itu lebih melanggar. Sebagai contoh, seorang penerbit ingin membuat buku dari sebuah film namun juga melakukan perubahan di beberapa bagiannya. Bahkan pengambilan sketsa ataupun hanya ide dasar dari sebuah film adalah sama dengan membuat salinan dari film itu, dan itu merupakan pelanggaran hak cipta.

Yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah perubahan materi isi suatu karya adalah sama dengan menggunakan karya itu secara terang-terangan? Untuk menjawabnya kita perlu menimbang empat factor.

Berbeda dengan pengedaran kepada khalayak. Sebagai contoh, foto berada dibawah lindungan hak cipta, dimana memperbanyak foto bukanlah ‘fair use’ melainkan membuat ulang keseluruhan karya. Masalah utamanya adalah, apakah karya tersebut diterbitkan dan memiliki hak cipta. Foto yang di-hak cipta-kan biasanya diterbitkan, jika tidak diterbitkan, maka foto tersebut tidak memiliki hak cipta dan bebas dibuat ulang. Hak cipta tidak diperlukan untuk karya yang tidak akan diterbitkan.

Jadi definisi pelanggaran hak cipta oleh Ralph adalah:

**Si pelaku mengubah materi isi

** Si pelaku memperoleh keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tidak sah

Rabu, 06 Februari 2008

SAMBEL TEMPE LAMPUNG








Bahan sambel
1. 30 buah cabe merah keriting
2.
lima siung bawang putih
3. 10 siung bawang merah
4.3 butir kemiri
5. 5 buah cabe hijau [iris miring]
6. 300 gr
tempe[ potong-potong sesuai selera]
7. garam & gula secukupnya


*Goreng
tempe hingga setengah matang, sisihkan

cara membuat:
1. Haluskan cabe merah, bawang putih, bawang merah, kemiri dan garam.
2. tumis bumbu yang dihaluskan hingga matang dan harum.
3. masukkan
tempe , aduk rata
4.masukkan irisan cabai hijau.

sajikan selagi hangat....untuk 2 porsi..hanya kamu dan akuuuuu.....